Friday, April 29, 2011

PEMERIKSAAN NEURODIAGNOSTIK

Oleh
Dede Suhartini
OBYEKTIF
•Mampu mengidentifiksi jenis pemeriksaan neurodiagnostik
Mampu mempersipkan pasien pada setiap pemeriksaan neurodiagnostik
Mampu mengidentifikasi tindakan perawatan sesuai hasil pemeriksaan neurodiagnostik
Pemeriksaan neurodiagnostik  merupakan bagian dari pemeriksaan neurologi secara menyeluruh, ketersediaan dan kemudahan serta keakuratan alat diagnostik sangat menguntungkan pasien yang sedang menjalani perawatan, dengan  cepat akan segera terdiagnosa dan mendapat terapi yang tepat sehingga  dapat mempersingkat hari perawatan.
Peran perawat dalam pemeriksaan neurodiagnostik meliputi persiapan pasien dan keluarga sebelum, selama dan setelah prosedur tindakan serta kemungkinan komplikasi yang ditimbulkan setelah prosedur tindakan. Oleh karenanya perawat dituntut memahami jenis pemeriksaan neurodiagnostik dalam upaya pemberian informasi yang tepat dan benar sehingga dapat menurunkan kecemasan dan keraguan pasien atas pemeriksaan yang akan dilakukan.    
Jenis  Pemeriksaan Neurodiagnostik
CT  Scan
MRI
Angiografi
Myelografi
EMG
EEG
Lumbal  Pungsi
Transkranial Dopler Sonografi (TCD)

  CT  Scan
Bertujuan mendiagnosa dan memonitor lesi intracranial, mengevaluasi dan menentukan  luasnya cedera neurologis. Hasilnya   memberikan gambaran rinci dari stuktur tulang, jaringan serta menunjukkan perubahan stuktur karena tumor, hematoma atau hidrosefalus.

Implikasi keperawatan :
Informasikan pemeriksaan yang akan dilakukan
Anjurkan semua logam  ditanggalkan, tidak boleh ada disekitar pasien
Pasien harus immobilisasi

  MRI  (Magnetik Resonance Imagging)
Pencitraan  dengan menggunakan medan magnet kuat dan frekuensi radio dan bila bercampur dengan frekuensi radio yang dilepaskan oleh jaringan tubuh akan menghasilkan gambaran grafik dari struktur tulang, cairan dan jaringan lunak. Pemeriksaan ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang detail anatomi, mendianosis tumor  serta sindroma infark dini.
Implikasi keperawatan :
Informasikan pemeriksaan yang akan dilakukan
Tanyakan tentang alat logam yang terpasang di tubuh pasien seperti alat pacu jantung, katup jantung buatan, pin ortopedik
Singkirkan semua benda dengan karakteristik magnetik

readmore
  Angiografi  Serebral
Pemeriksaan radiografi dengan kontras yang disuntikkan kedalam arteri karotis, femoralis atau brakialis kemudian dibuat serial foto radiograf serebrovaskuler, berguna untuk mengetahui penyempitan, oklusi, abnormalitas struktur pembuluh darah (AVM, aneurisma), peruhan aliran darah akibat adanya tumor.
Implikasi keperawatan :
Informasikan tindakan yang akan dilakukan
Setelah tindakan  kaji daerah penusukan adanya bengkak, kemerahan, perdarahan serta kaji warna kulit, suhu dan nadi perifer  pada ektremitas distal untuk mengetahui tanda-tanda insufisiensi vaskuler  karena vasospasme

  Myelografi
Pemeriksaan radiografi dengan menyuntikkan zat kontras kedalam ruang subarahnoid daerah lumbal untuk mengetahui sumbatan pada kanal medulla spinalis akibat HNP atau tumor, biasanya dilakukan sekaligus dengan CT Scan.
Implikasi keperawatan :
Informasikan tindakan yang akan dilakukan
Saat memberikan zat kontras harus perlahan
Posisi datar dengan kepala  diangkat 15 – 30 derajat
Pertahankan posisi yang sama selama 6 – 8 jam setelah prosedur
Perhatikan adanya sakit kepala, demam, kaku leher, mual dan muntah  setelah prosedur

  EMG  (Elektomiografi)
Pemeriksaan untuk mengetahui berbagai gangguan neuromuskular, dengan cara beberapa jarum diletakkan di  otot kemudian dilakukan pencatatan sewaktu istirahat dan kontraksi
Implikasi keperawatan :
Informasikan tindakan yang akan dilakukan
24 jam sebelum prosedur  hindari semua stimulant, sedative atau anti depresan
Ada rasa nyeri, mungkin beberapa pasien memerlukan analgetik paska prosedur

  EEG (Elektrensefalografi)
Pemeriksaan untuk mencatat aktivitas listrik lapisan superfisial korteks serebri yang berasal dari aktivitas neuron,bertujuan untuk mengenali disfungsi otak akibat lesi organik atau fungsional melalui aktivitas listrik. Lempengan elektroda kecil ditempatkan pada lokasi tertentu di  kulit kepala, 16 – 21 elektrode merekam  aktivitas listrik yang dikeluarkan oleh otak.
Implikasi keperawatan
Informasikan tindakan yang akan dilakukan
Kulit kepala harus bersih              keramas pagi dan sore 1 hari sebelum pemeriksaan
Anjurkan relaksasi
Catat aktivitas, obat sebelumnya

  Lumbal Pungsi
Pemeriksaan cairan serebrospimal dengan cara menyuntikkan jarum spinal berlubang besar ke ruang subarahnoid pada tingkat spasium L3-4 atau L4-5. Tekanan CSS juga diukur, pemeriksaan CSS diperiksa terhadap sel darah merah, sel darah putih, klorida, glukosa. dan protein.
Implikasi keperawatan :
Persiapan :  -   informasikan tindakan yang dilakukan
- informed consent
- alat :   - spinal needle no 20, 21,22
               - sarung tangan steril
               - kasa steril
               - duk bolong steril
               - alkohol, betadhin
               - lidokain
               - spuit (3cc, 5cc)
                              - plester
               - tabung steril untuk pemeriksaan CSS
               - manometer
      
Tindakan : - baringkan pasien dengan posisi miring dengan lutut dan kepala fleksi  
- anti septic
- anastesi
- penusukan ( L3-4 atau L4-5)
- penampungan CSS
- pengukuran tekanan dengan manometer
Paska tindakan
- posisi telentang  selama 6 – 12 jam
- amati lokasi LP
- atasi bila ada rasa nyeri






NILAI NORMAL CAIRAN SEREBRO SPINAL
Karakteristik Normal
Warna
SDP
SDM
Klorida
Glokosa
Protein
Tekanan Jernih, tidak berwarna
0-5/mm3
Tidak ada
120-130mEq/L
50-75 mg/100ml
14-45 mg/100ml
70-180 mmH2O



  


                        
            

  Transkranial Doppler Sonografi (TCD)
Pemeriksaan dengan gelombang ultrasonik tinggi diarahkan ke pembuluh darah serebral tertentu, energy ultrasonik tinggi diarahkan ke helai tulang tipis (zigoma temporal)  atau celah tulang kecil foramen orbita atau magnum. Gelombang bunyi yang dipantulkan dianalisa terhadap perubahan frekuensi  yang menandakan kecepatan aliran
Implikasi keperawatan
informasikan tindakan yang dilakukan
tindakan non invasive, lama tindakan 60 - 90 menit
saat tindakan posisi awal telentang  kemudian miring dengan kepala fleksi

No comments:

Post a Comment