Monday, June 6, 2011

PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA GAWAT DARURAT (PPGD) DAN PENGANTAR BENCANA UNTUK MAHASISWA STIKES MUHAMMADIYAH LAMONGAN

PENDAHULUAN
BELAJAR LIFTING & MOVING
Dalam manajemen bencana ada dua kegiatan besar yang dilakukan : Pertama ; pada saat sebelum bencana (pre event) berupa kesiapsiagaan menghadapi bencana  (disaster preparedness) dan pengurangan resiko bencana (disaster mitigation), Kedua ; kegiatan tanggap bencana (emergency response) dan kegiatan pemulihan akibat bencana (disaster recovery).
Berdasar realitas, kita selama ini banyak melakukan kegiatan pasca bencana berupa kegiatan tanggap darurat dan pemulihan (recovery) akibat bencana, tapi sangat sedikit sekali perhatian terhadap kegiatan untuk kesiapsiagaan pra bencana dan pengurangan resiko bencana. Kegiatan-kegiatan yang dapat dikategorikan sebagai bagian dari kesiapsiagaan dan pengurangan resiko bencana adalah : Kegiatan pendidikan kesadaran bencana (disaster awareness), Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat, Penyiapan Teknologi Tahan/Siaga Bencana, Membangun Sistem Sosial yang tanggap bencana dan Perumusan Kebijakan Penanggulangan Bencana secara komprehensif dan terpadu.
Kegiatan-Kegiatan diatas tersebut tentunya harus melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan. Dan salah satu pihak tersebut adalah masyarakat di lingkungan yang rawan bencana. Termasuk di dalam masyarakat adalah komunitas tenaga medis dan paramedis yang menjadi bagian masyarakat. Karena mereka paham bagaimana menyiapkan sistem kesiapsiagaan menghadapi bencana dan mereka memiliki bekal pengetahuan-ketrampilan teknis medis yang bisa didayagunakan dalam penanggulangan korban gawat darurat pasca bencana.
Berkait hal tersebut, maka Tim Kesehatan Bencana RS. Muhammadiyah Lamongan akan melaksanakan kegiatan Kuliah Penaggulangan Penderita Gawat Darurat bagi Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lamongan sebagai bagian dari komunitas paramedis pada masyarakat Lamongan yang rawan bencana
LATAR BELAKANG
PROSES PEMBELAJARAN MAHASISWA
Bencana menjadi tanggung jawab seluruh komponen masyarakat dan pemerintah maupun swasta. Namun dalam pelaksanaannya menolong korban haruslah secara tepat dan cepat, selain itu juga diperlukan koordinasi yang bagus. Diperlukan skill dan pengetahuan yang cukup tentang penanganan pertama disamping pengetahuan medan bencana serta komunikasi yang terpadu dalam menolong korban bencana.
Untuk mengantisipasi kondisi seperti itu, DMC (Disaster Medical Committee) Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan mengadakan pelatihan pertolongan pertama gawat darurat dan pengantar bencana di Stikes Muhammadiyah Lamongan. Pelatihan tersebut berkaitan dengan program kerja DMC RS. Muhammadiyah Lamongan, untuk mengajak paramedis berpartisipasi dalam membangun ketahanan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan
TUJUAN 


a.    Tujuan Umum :
Terbangunnya partisipasi seluruh komponen masyarakat terutama paramedis untuk bekerja sama dengan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamonan dalam membangun ketahanan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
b.    Tujuan Khusus :
1.    Peserta memahami dan memiliki ketrampilan dasar melakukan triase pada korban gawat darurat,
2.    Peserta memahami dan memilki ketrampilan dasar melakukan bantuan hidup dasar kepada korban gawat darurat :
a.    Pertolongan pada korban yang mengalami gangguan jalan nafas (membebaskan gangguaan jalan nafas, memberikan nafas buatan, menilai kesadaran, menilai sirkulasi dan melakukan resusitasi jantung - paru)
b.    Ketrampilan melakukan bidai sederhana
c.    Memindahkan pasien / korban dalam keadaan gawat darurat

No comments:

Post a Comment