Monday, June 6, 2011

SIMULASI PPGD BAGI ANGGOTA UNIT KECELAKAAN SATUAN LALU LINTAS (SATLANTAS) KEPOLISIAN RESORT LAMONGAN

Pendahuluan

KERJA SAMA DMC RSML & LAKA POLRES LAMONGAN


        Secara geografis RS. Muhammadiyah Lamongan yang terletak di sisi utara Jalan Raya Jaksa Agung Suprapto, Kabupaten Lamongan diapit oleh satu jalur kereta api nasional dan dua jalur nasional transportasi darat (jalur Surabaya – Tuban dan jalur pantai utara) yang memiliki kerawanan kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Sebagai rumah sakit swasta rujukan di wilayah Karisidenan Bojonegoro, RS. Muhammdiyah Lamongan senantiasa dituntut kesiapsiagaannya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang memadai bagi korban-korban kecelakaan lalu lintas tersebut.
Dalam penanganan kegawatdaruratan pertolongan pertama pada korban yang mengalami kondisi gawat darurat memiliki peranan yang sangat penting dalam mencegah kecacatan dan kematian akibat kondisi kegawatan yang ditimbulkan. Karena dalam penanganan korban gawat darurat dikenal prinsip time saving is life saving. RS.  Muhammadiyah Lamongan sebagai penyedia layanan kesehatan tingkat lanjut tentunya memiliki keterbatasan dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas tersebut. Untuk menjalankan prinsip time saving is live saving, RS. Muhammadiyah Lamongan melihat Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resort Lamongan sebagai ujung tombak yang sehari-hari bersentuhan langsung dan dapat memberikan pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan lalu lintas. Selama ini Satlantas Polresta Lamongan merupakan mitra kerja RS. Muhammadiyah Lamongan yang perlu terus dibina menuju kerjasama dan hubungan yang semakin erat, baik, bermartabat, serta saling menguntungkan dan memberi manfaat. Atas dasar itulah Tim DMC RS.Muhammadiyah Lamongan memandang perlu dilakukan pelatihan pertolongan pertama pada gawat darurat (PPGD) bagi anggota unit kecelakaan lalu lintas (Satlantas) Kepolisian Resort Lamongan Tahun 2009.
Latar Belakang
Praktek Lapangan
1.    RS. Muhammadiyah Lamongan yang terletak di sisi utara Jalan Raya Jaksa Agung Suprapto, Kabupaten Lamongan diapit oleh satu jalur kereta api nasional dan dua jalur nasional transportasi darat (jalur Surabaya – Tuban dan jalur pantai utara) memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas yang tergolong tinggi.
2.    Dalam penanganan korban gawat darurat dikenal prinsip time saving is life saving.
3.    Pengetahuan dan keterampilan dasar yang baik tentang pertolongan pertama pada korban gawat darurat khususnya pada kasus-kasus kecelakaan lalu lintas dapat mencegah kecacatan dan kematian akibat kondisi kegawatan yang ditimbulkan.
4.    Unit Kecelakaan Lalu Lintas Kepolisian Resort Lamongan merupakan mitra kerja RS. Muhammadiyah Lamongan yang perlu terus dibina menuju kerjasama dan hubungan yang semakin erat, baik, bermartabat, serta saling menguntungkan dan memberi manfaat,
5.    Anggota polisi khususnya satlantas yang sehari-hari sering berhadapan dengan kasus kecelakaan lalu lintas, perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada korban gawat darurat.

Koordinasi
 Tujuan
Tujuan Umum
Anggota polisi terutama anggota Satlantas Kepolisian Resort Lamongan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada korban gawat darurat. khususnya pada kasus-kasus kecelakaan lalu lintas.
Tujuan Khusus
1.    Membina hubungan baik secara terus menerus antara RS. Muhammadiyah Lamongan dengan Kepolisian Resort Lamongan menuju kerjasama yang semakin erat, baik, saling menguntungkan, dan memberi manfaat.
2.    Memberikan pengetahuan dasar kepada anggota polisi khususnya Satlantas Kepolisian Resort Lamongan mengenai kondisi-kondisi kegawatdaruratan yang mengancam nyawa pada kasus-kasus kecelakaan lalu lintas terutama gangguan jalan napas, pernapasan, dan gangguan peredaran darah sekaligus memberi keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama termasuk proses transportasi korban kecelakaan dan pencegahan kecacatan lebih lanjut.

No comments:

Post a Comment