Tuesday, July 5, 2011

LATIHAN GABUNGAN MDMC SELURUH INDONESIA DI LANUDAL JUANDA

Surabaya (ANTARA) - Muhammadiyah menggelar simulasi penanganan terhadap korban kecelakaan pesawat di Lapangan Lanudal Juanda, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Sabtu.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, simulasi ini dilakukan agar para relawan yang tergabung dalam "Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC)" bisa tanggap dan tidak menemui kesulitan ketika membantu korban kecelakaan.

"Tidak hanya kecelakaan angkutan massal saja, tetapi MDMC juga disiapkan untuk melakukan penananganan terhadap korban bencana alam di suatu daerah. Kami siap menerjunkan tim relawan dimana saja, baik dari Sabang sampai Merauke," ujarnya ketika ditemui di sela simulasi.

Dijelaskannya, menolong sudah menjadi kewajiban semua manusia dan itu merupakan ibadah. Karena itulah, ia berharap para relawan bisa bekerja keras dan ikhlas membantu sesama manusia yang membutuhkan.

"Kegiatan semacam ini tugas suci dan dibenarkan oleh agama. Tidak hanya berdidakasi kepada sesama manusia saja, tapi juga di hadapan Allah SWT. Sebab ini adalah bagian dari ibadah," tuturnya.

Dalam simulasi digambarkan, bahwa sebuah pesawat jenis Boing 737 mendarat darurat di Bandara Juanda dan sempat menabrak sebagian pemukiman warga. Akibatnya muncul ledakan di pesawat dan 120 penumpangnya mengalami luka-luka, bahkan ada yang meninggal dunia.

Tidak lama berselang, tim penolong daru MDMC, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Basarnas, PMK bersama TNI AL datang mengamankan lokasi dan mengevakuasi korban. Semua penumpangnya diturunkan dibawa ke lokasi dengan radius jarak aman.

Kejadian tersebut menimbulkan kepanikan luar biasa. Sementara api di tubuh pesawat masih membara. 30 ambulans dari berbagai rumah sakit dikerahkan.

Para korban segera dibawa ke rumah sakit terdekat, sedangkan penumpang lainnya mendapat perawatan pertama di rumah sakit darurat yang terbuat dari tenda udara dan dibangun di sekitar lokasi.

Simulasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan latihan gabungan dan Rakerna MDMC Rumah Sakit Muhammadiyah se-Indonesia pada 1-3 Juli 2011 di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Kesejahteraan Syafig A. Mughni mengungkapkan, melalui kegiatan ini diharapkan mampu membangun sistem koordinasi antar relawan "Disaster Medic Commite (DMC)" agar senantiasa siap dan waspada pada segala kondisi tanggap darurat.

"Kegiatan ini juga menunjukkan kepada masyarakat bahwa Muhammadiyah sudah siap dilibatkan dalam penanganan bencana alam ataupun kecelakaan massal," kata mantan Ketua PW Muhammadiyah Jatim tersebut.
Surabaya (ANTARA) - Sebuah pesawat jenis Boeing 727 melaporkan ke menara pengawas Bandara Juanda mengalami masalah pada mesinnya dan memutuskan untuk mendarat darurat. Pesawat sarat penumpang itu akhirnya terpaksa mendarat darurat dan mengalami kecelakaan serius.

Tubuh pesawat terseret dan menabrak rumah penduduk di sekitar bandara. Pesawat pun terbakar dan meledak. Korban berjatuhan. Ini bukan kejadian sebenarnya, melainkan sebuah simulasi penanganan korban kecelakaan pesawat yang digelar oleh Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Basarnas, dan PMK Lanudal Juanda, Sabtu (2/7/2011).

Setelah kecelakaan, aparat gabungan itu dengan cepat melakukan pengamanan pesawat dan evakuasi korban. Korban yang masih ada di dalam pesawat dikeluarkan dan diamankan dari radius aman. Petugas paramedis pun dengan tanggap menyelamatkan 120 korban, dibagi dalam 3 kategori : meninggal, luka berat, dan luka ringan.

Latihan gabungan ini disaksikan langsung oleh Din Syamsuddin Ketua PP Muhammadiyah dan para pejabat Basarnas Surabaya. Din Syamsuddin mengatakan simulasi ini untuk menguji kesiapan gugus tugas MDMC yang terdiri dari seluruh unsur rumah sakit yang dikelola Muhammadiyah, relawan Muhammadiyah, paramedis, dan tenaga kesehatan juga dari Muhammadiyah.
Muhammadiyah menggelar simulasi penanganan terhadap korban kecelakaan pesawat di Lapangan Lanudal Juanda, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Sabtu.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, simulasi ini dilakukan agar para relawan yang tergabung dalam "Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC)" bisa tanggap dan tidak menemui kesulitan ketika membantu korban kecelakaan.

"Tidak hanya kecelakaan angkutan massal saja, tetapi MDMC juga disiapkan untuk melakukan penananganan terhadap korban bencana alam di suatu daerah. Kami siap menerjunkan tim relawan dimana saja, baik dari Sabang sampai Merauke," ujarnya ketika ditemui di sela simulasi.

Dijelaskannya, menolong sudah menjadi kewajiban semua manusia dan itu merupakan ibadah. Karena itulah, ia berharap para relawan bisa bekerja keras dan ikhlas membantu sesama manusia yang membutuhkan.

"Kegiatan semacam ini tugas suci dan dibenarkan oleh agama. Tidak hanya berdidakasi kepada sesama manusia saja, tapi juga di hadapan Allah SWT. Sebab ini adalah bagian dari ibadah," tuturnya.

Dalam simulasi digambarkan, bahwa sebuah pesawat jenis Boing 737 mendarat darurat di Bandara Juanda dan sempat menabrak sebagian pemukiman warga. Akibatnya muncul ledakan di pesawat dan 120 penumpangnya mengalami luka-luka, bahkan ada yang meninggal dunia.

Tidak lama berselang, tim penolong daru MDMC, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Basarnas, PMK bersama TNI AL datang mengamankan lokasi dan mengevakuasi korban. Semua penumpangnya diturunkan dibawa ke lokasi dengan radius jarak aman.

Kejadian tersebut menimbulkan kepanikan luar biasa. Sementara api di tubuh pesawat masih membara. 30 ambulans dari berbagai rumah sakit dikerahkan.

Para korban segera dibawa ke rumah sakit terdekat, sedangkan penumpang lainnya mendapat perawatan pertama di rumah sakit darurat yang terbuat dari tenda udara dan dibangun di sekitar lokasi.

Simulasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan latihan gabungan dan Rakerna MDMC Rumah Sakit Muhammadiyah se-Indonesia pada 1-3 Juli 2011 di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Kesejahteraan Syafig A. Mughni mengungkapkan, melalui kegiatan ini diharapkan mampu membangun sistem koordinasi antar relawan "Disaster Medic Commite (DMC)" agar senantiasa siap dan waspada pada segala kondisi tanggap darurat.

"Kegiatan ini juga menunjukkan kepada masyarakat bahwa Muhammadiyah sudah siap dilibatkan dalam penanganan bencana alam ataupun kecelakaan massal," kata mantan Ketua PW Muhammadiyah Jatim tersebut.
"Intinya pemuda Muhammadiyah dan unsur lainnya, sudah terlatih dan sigap dalan menangani bencana. Mulai dari menolong korban, mendirikan RS darurat dan penanganan lainnya, bisa dilakukan secara baik dan kordinasi yang menyeluruh antar personal dan tim yang ada," ujar Syafiq Mughni Ketua PP Muhammadiyah bidang Kesejahteraan

No comments:

Post a Comment